Suatu Hari di Toko Bunga

Kau menunjukkan satu ihwal saat
kita mampir di toko bunga itu.
Apa bagian yang paling lembut dari bunga?
Kau bertanya padaku tanpa ragu.

Kelopak. Putik. Benang Sari.
Semua bagian bunga
tak berhasil menjawabnya.
Aku merenungkan hingga dasar.
Tak kunjung temukan jawaban
pada anganmu yang dalam.

Aku menyerahkan jawaban
sepenuhnya padamu.
Dan aku baru tahu saat itu.
Ketika kau mengulang pertanyaan
yang sama:
Apa bagian yang paling lembut dari bunga?
Ialah ‘aroma’ yang diterbangkannya.

Malang, 2017

Sekolah Arsitektur

“Bagaimana jika sekolah arsitektur digambarkan sebagai lapangan kosong yang nanti akan mereka bangun sendiri seperti apa tempat mereka belajar. Melalui proses menemu-kenali bagaimana lingkungan, membaca lingkungannya sebelum menggubah (sesuatu) menjadi karya arsitektur, dalam hal ini sekolah mereka sendiri.

“Jika arsitektur dimaknai sebagai kerja/karya kebudayaan, apakah sekolah arsitektur harus seperti hari ini? Jam masuk sekolah sudah dijadwalkan, bentuk pendidikan sudah ditentukan, mata kuliah dipilihkan, semua sudah diatur: apa-apa yang harus ditempuh dan dipelajari, bahkan kampus memasang pagar tinggi-tinggi, dengan tujuan apa? Apakah ingin memisahkan diri dari lingkungan, yang jelas-jelas itu menjadi tanggung jawab dalam respon permasalahan sekitar sebagai bagian dari pendidikan itu sendiri.”

Di Mana Letak Kemakmuran Arsitektur Masjid Nusantara?

Di Mana Letak Kemakmuran Arsitektur Masjid Nusantara?

(…)

Mari kita bersama bermain tebak-tebakan
Sebuah pertanyaan yang ingin aku utarakan
Di mana letak kemakmuran Masjid Bayan?

Terlampau jauh 80 kilometer dari pusat kota
300 tahun sudah berdiri tegapnya
Tetap kokoh tak terlihat sedikitpun cacat-cela dalam arsitekturnya

(…)

Nukilan sajak di atas (pernah) saya tulis dalam puisi Kemakmuran Masjid Bayan, sebagai sebuah perenungan ketika diskusi bersama kawan-kawan arsitektur di kampus. Masjid Bayan ialah salah satu masjid yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dari sisi material bisa dikatakan masjid Bayan kurang menarik, tak tunjukkan gemerlap rancangan yang biasa muncul dan punyai kecenderungan dalam desain masjid di Indonesia. Masjid Bayan dengan kesederhanaannya, setidaknya mampu dan perlu dibaca sebagai sebuah produk budaya. Tak boleh dipandang sebelah mata bagi perkembangan arsitektur masjid. Dengan tetap berdiri tegap 300 tahun, ia punyai capaian eksistensi sendiri dalam ruang waktunya.

Continue reading “Di Mana Letak Kemakmuran Arsitektur Masjid Nusantara?”

Arsitek Nasi Goreng

Arsitek Nasi Goreng

“Pak, pesan nasi goreng tiga, satu makan sini, dua dibungkus. Yang makan sini putih (tanpa saos), pedas, nggak pakai mecin, tambah telur ceplok setengah matang. Yang bungkus: satu pakai telor, satunya nggak. Yang pakai telor, agak pedes, pakai saos, telor dadarnya dua. Yang nggak pakai telor, pedas banget, nggak pakai saos.”

“Oke.” Jawab singkat Pak Bos, nama pedagang nasi goreng langganan di perempatan Pujasera Merjosari.

Saya menunggu, duduk di kursi biru. Sembari melihat lalu lintas kendaraan khas malam hari yang cepat dan terburu-buru. Jalan tak pernah lengang walaupun waktu liburan sudah menjelang. Masih banyak yang tidak memilih mudik ke kampung halaman. Barangkali, mereka menganggap Malang sebagai kampung halaman karena sudah hidup di sini tahunan. Saya pun demikian.

Continue reading “Arsitek Nasi Goreng”