Sembah Sujud Tak Bergetar

Kukorek telinga dengan tangan
Tetap saja tak terdengar Bilal berkumandang
Hanya kuning yang menempel di telunjuk kanan
Sudah berpuluh tahun ketulian demikian meradang

Kuakses jadwal untuk memastikan
Waktu lima yang telah ditentukan

Sucikan diri dengan basuh
Kujerat amarah dan nafsu
Tersungkur diriku pada kusam tikar sajadah
Tak sedikitpun pipi terbasahi tetes air mata

Malang, 2017.

Suatu Hari di Toko Bunga

Kau menunjukkan satu ihwal saat
kita mampir di toko bunga itu.
Apa bagian paling lembut dari bunga?
Kau bertanya padaku tanpa ragu.

Kelopak. Putik. Benang Sari.
Semua bagian bunga
tak berhasil menjawabnya.
Aku merenungkan hingga dasar.
Tak kunjung temukan jawaban
pada anganmu yang dalam.

Hingga, aku menyerahkan jawaban
sepenuhnya padamu.
Dan aku baru tahu saat itu.
Ketika kau mengulang pertanyaan
yang sama:
Apa bagian paling lembut dari bunga?
Ialah ‘aroma’ yang diterbangkannya.

Malang, 2017