Setelah Menonton Wiji Thukul

16423076_289710678111140_2287644564994679532_o
Penonton Istirahatlah Kata-Kata kota Malang ©Tim Film Istirahatlah Kata-Kata

Menantikan kehadiran Wiji Thukul di kota Malang melalui Istirahatlah Kata-Kata layaknya -walaupun belum bisa dibandingkan- seperti kerinduan Sipon, istri Wiji dalam film yang merindukan kembalinya suaminya, yang pada saat itu, ia kabur, menghindar karena menjadi salah satu aktivis yang bersembunyi dari tentara dan intelejen Orde Baru.

Setelah pemutaran di 13 kota. Malang yang tidak tercantum sebagai salah satu dari 13 kota tersebut, akhirnya mendapatkan kesempatan dari sayembara pemutaran film yang diselenggarakan oleh pihak tim Istirahatlah Kata-Kata.

Saya waktu itu sebenarnya ingin memutuskan untuk berangkat ke kota-kota sekitar Malang yang memutar, seperti Mojokerto dan Surabaya, hanya untuk melihat hasil karya Yosep Anggi Noen ini.  Lanjutkan membaca “Setelah Menonton Wiji Thukul”

7 Tips Agar Kuliah (Arsitektur) Tidak Monoton

Hidup ini sudah terlalu rumit. Kuliah pun terlalu rumit jika hanya dipikirkan dan tidak pernah dilakukan dengan bersenang-senang.

Semester sudah kepalang tua. Sampai mertua sudah menagih: diminta segera meminang anaknya. Namun, masih saja terjebak nostalgia mata kuliah dan target memenuhi segala administrasi dan kejar tinggi IPK. Padahal kuliah sudah di ambang batas semester, belum lulus juga.

Sama seperti saya.

Maka dari itu berikut saya coba tuliskan tips agar kuliah (arsitektur) tidak monoton. Tapi jika setelah baca ini kalian masih tetap kuliah pulang-kuliah pulang dan tidak segera mengaplikasikan. Lebih baik berhenti melanjutkan dan abaikan segera. Lanjutkan membaca “7 Tips Agar Kuliah (Arsitektur) Tidak Monoton”

Aku dan Lagu Rindu karya Rasvan Aoki

Keinginan untuk bertemu adalah sebuah gejala, di mana waktu telah lewat dan memisahkan dua insan yang tak ingin berpisah.

Pagi ini libur kuliah. Aku luang. Aku rebah di sofa sambil mendengarkan musik. Dan aku baru ingat kemarin bahwa aku ingin mendengarkan lagu Rasvan Aoki yang direkomendasikan kawanku sebab dua alasan: pertama, ia adalah grub musik kawan dekatnya. Kedua, ia akan mengadakan katanya konser mini di Malang. Namun entah kapan.

Ketidaktahuan ini aku coba maknai sebagai sebuah kerinduan. Kapan akan terlaksana? Kapan bisa menyaksikan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tak dapat aku jawab. Lanjutkan membaca “Aku dan Lagu Rindu karya Rasvan Aoki”

Mengurai Realitas Lewat 3 Kata

Narasi keseharian akan tampak unik jika mampu mengurai dengan ragam sudut pandang. Hal inilah yang dilakukan oleh Raja Gama Era dengan zine karyanya. Gama –panggilan akrabnya– ialah mahasiswa arsitektur Universitas Brawijaya, mencoba mengurai realitas dengan tiga kata: Senyumo; Sabaro; Sadaro. 3 kata yang juga dikukuhkan menjadi judul “Trilogi Zine Senggaja.” Mencerminkan tiga falsafah perintah dalam keseharian yang bisa dicoba untuk redamkan segala jerat nafsu keduniawian.

Dalam gerak langka hidup yang sudah ia jalani selama menginjak usia kepala dua ini. Gama mencoba melihat dunia lebih dekat, melihat keseharian lebih lambat, melihat detail lebih cermat. Selain itu, ia mencoba melihat apa-apa yang dekat dengan kesehariannya, juga sebenarnya tidak jauh dari keseharian kita.

Lanjutkan membaca “Mengurai Realitas Lewat 3 Kata”

Barangkali Ini Sebuah Gagasan

Barangkali sudah saatnya melihat realitas untuk sekali lagi merumuskan apa yang benar-benar relevan untuk kita lakukan dalam berarsitektur.

Barangkali diperlukan membaca secara spiritual dan intelektual menjadi usaha dalam mencari apa-apa yang tersembunyi di balik tabir-tabir konteks keseharian.

Barangkali menuliskannya menjadikan sebuah kerja kebudayaan yang akan menjadi kumpulan rekaman-rekaman yang mampu direnung-fikirkan kembali, sebagai sebuah pembelajaran dan pendewasaan diri.

Lanjutkan membaca “Barangkali Ini Sebuah Gagasan”