Genta

“Mas, aku dikandani Mas Athoillah ngene: golekono arek Palang, kuliah jurusan arsitek UIN, arek iku karyae wes mendunia!” (Mas, aku diberi tahu Mas Athok begini: cari anak Palang, kuliah jurusan arsitek UIN, anak itu karyanya sudah mendunia.)

Saya ketawa-ketiwi saja mendengar ungkapan tersebut dari Genta, kawan yang baru saja mendapatkan juara favorit standup comedy se-Jatim.

Selain menjadi pembawa acara. Dalam pertemuan Alumni MI Ma’arif 02 Palang, Kec. Sukorejo dia juga diberi kesempatan tampil menyampaikan materi standup yang membuat dia mendapatkan kategori favorit tersebut.

Continue reading “Genta”

Ibu dan Rawon Mbak Rumana

Ibu dan Rawon Mbak Rumana

Kepulangan saya ke rumah membawa pada memori masa kecil yang tiada pernah habis. Menuju dapur, membuka tudung saji, membawa saya pada sebuah makanan yang berkuah hitam disertai potongan daging. Makanan yang diakui khas Jawa Timur ini dikenal dengan rawon.

Kuah hitam rawon tersebut berasal dari biji kluwek (keluak) menjadi salah satu bumbu dari ragam bumbu lain seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunir, lombok, garam, serta minyak nabati yang kesemuanya diolah lanjut, dihaluskan lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging.

Continue reading “Ibu dan Rawon Mbak Rumana”

Kekerasan Hewan dan Mereka yang Bentang Kepedulian

Kekerasan Hewan dan Mereka yang Bentang Kepedulian

Dua pekan ini studio kami tiba-tiba didatangi dua ekor kucing. Kami tidak tahu dari ras mana atau darimana mereka datang. Yang jelas, mereka sampai hari ini menetap dan tinggal bersama kami. Sesekali makanan kami berikan sebagai jawaban atas suara mengeong mereka terdengar semakin keras tanda lapar.

Sebagai hewan domestik. Anjing dan kucing tidak dapat dihindari keberadaannya. Mereka hidup dan ada di sekitar. Bedanya, barangkali banyak yang memperlakukannya sebagai peliharaan atau bagi anjing, ia dijadikan sebagai penjaga rumah. Namun tak jarang pula keberadaannya yang dibenci dan tidak disuka, membuat siapa saja yang tak menghendaki, melakukan siksa.

Continue reading “Kekerasan Hewan dan Mereka yang Bentang Kepedulian”

Kost, Tahu Malaikat dan Pasar Merjosari

Jarak yang dekat kampus, membuat saya sering singgah ke tempat kawan-kawan. Sebuah bangunan yang dirancang sebagai kost dengan empat belas kamar ini, lebih sering disebut sebagai Kost Sirathal Mustaqim. Alasannya, mungkin karena akses jalan yang dirancang “lurus” -sebagai imaji jembatan sirathal mustaqim- menuju ruang garasi belakang.

Ruang paling ujung tidak disewa-gunakan sebagai kamar tidur sebagaimana mestinya. Namun, kawan-kawan meletakkan beberapa perabot, guna alih fungsikannya menjadi studio gambar dan pengerjaan maket: baik itu proyek maupun tugas mahasiswa (arsitektur).

Continue reading “Kost, Tahu Malaikat dan Pasar Merjosari”

Sekolah Arsitektur

“Bagaimana jika sekolah arsitektur digambarkan sebagai lapangan kosong yang nanti akan mereka bangun sendiri seperti apa tempat mereka belajar. Melalui proses menemu-kenali bagaimana lingkungan, membaca lingkungannya sebelum menggubah (sesuatu) menjadi karya arsitektur, dalam hal ini sekolah mereka sendiri.

“Jika arsitektur dimaknai sebagai kerja/karya kebudayaan, apakah sekolah arsitektur harus seperti hari ini? Jam masuk sekolah sudah dijadwalkan, bentuk pendidikan sudah ditentukan, mata kuliah dipilihkan, semua sudah diatur: apa-apa yang harus ditempuh dan dipelajari, bahkan kampus memasang pagar tinggi-tinggi, dengan tujuan apa? Apakah ingin memisahkan diri dari lingkungan, yang jelas-jelas itu menjadi tanggung jawab dalam respon permasalahan sekitar sebagai bagian dari pendidikan itu sendiri.”