Kisah di Teras Rumah

capture-5-1

Tiga orang berteduh. Dua orang berdiri ialah seorang pasangan, satu lelaki dan satu perempuan. Lelaki menikmati tiap hisapan kretek di tangan kanan. Sedangkan perempuan sibuk dengan gawainya. Sesekali mereka bercakap-cakap. Satu orang lainnya duduk. Coba lepaskan lelah perjalanan panjang yang tampak di keningnya. Tas di punggungnya sebesar guling orang dewasa menempel di punggungnya. Terlihat huruf Z di plat nomornya. Entah dia akan pergi kemana. Saya tak pernah bertanya. Hanya memperhatikan di seberang jalan raya.

Aku saat itu baru saja pulang sekolah. Sengaja berjalan kaki. Sebab hujan nampak mengundangku untuk tak menyia-nyiakannya. Bajuku basah. Ah, gapapa. Besok hari Jum’at. Sudah harus ganti seragam Pramuka. Hujan waktu itu memang sedang menunjukkan puncak derasnya. Bulan Desember sudah hampir habis. Musim belakangan ini memang sulit ditebak. Sudah masuk musim kemarau pun, kampungku masih tak henti dilanda hujan. Continue reading “Kisah di Teras Rumah”