Sekolah Arsitektur

“Bagaimana jika sekolah arsitektur digambarkan sebagai lapangan kosong yang nanti akan mereka bangun sendiri seperti apa tempat mereka belajar. Melalui proses menemu-kenali bagaimana lingkungan, membaca lingkungannya sebelum menggubah (sesuatu) menjadi karya arsitektur, dalam hal ini sekolah mereka sendiri.

“Jika arsitektur dimaknai sebagai kerja/karya kebudayaan, apakah sekolah arsitektur harus seperti hari ini? Jam masuk sekolah sudah dijadwalkan, bentuk pendidikan sudah ditentukan, mata kuliah dipilihkan, semua sudah diatur: apa-apa yang harus ditempuh dan dipelajari, bahkan kampus memasang pagar tinggi-tinggi, dengan tujuan apa? Apakah ingin memisahkan diri dari lingkungan, yang jelas-jelas itu menjadi tanggung jawab dalam respon permasalahan sekitar sebagai bagian dari pendidikan itu sendiri.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s