Arsitek Nasi Goreng

Arsitek Nasi Goreng

“Pak, pesan nasi goreng tiga, satu makan sini, dua dibungkus. Yang makan sini putih (tanpa saos), pedas, nggak pakai mecin, tambah telur ceplok setengah matang. Yang bungkus: satu pakai telor, satunya nggak. Yang pakai telor, agak pedes, pakai saos, telor dadarnya dua. Yang nggak pakai telor, pedas banget, nggak pakai saos.”

“Oke.” Jawab singkat Pak Bos, nama pedagang nasi goreng langganan di perempatan Pujasera Merjosari.

Saya menunggu, duduk di kursi biru. Sembari melihat lalu lintas kendaraan khas malam hari yang cepat dan terburu-buru. Jalan tak pernah lengang walaupun waktu liburan sudah menjelang. Masih banyak yang tidak memilih mudik ke kampung halaman. Barangkali, mereka menganggap Malang sebagai kampung halaman karena sudah hidup di sini tahunan. Saya pun demikian. Continue reading “Arsitek Nasi Goreng”

Film-Film yang Jarang Saya Tonton

Film-Film yang Jarang Saya Tonton

Malam, setelah hujan mengguyur kota Malang seharian reda, pemutaran film di Taman Merjosari siap digelar, rumput yang basah, udara dingin, tak membuat batalnya perhelatan Festival Film Malang, melakukan road show film karya anak muda Malang.

Sebagai penggemar film dokumenter dan pendek. Akhir-akhir ini Viddsee Film Pendek membuat rongga semakin haus dan keranjingan menonton, membaca Cinema Poetica seakan ingin mengulang tontonan film-film indie berkualitas yang pernah ditampil-pentaskan dalam festival film dunia, tak terkecuali film-film karya anak bangsa.

Menunggu kadang menyebalkan. Layar biru masih menghiasi screen sebagai layar yang akan diputar. Beberapa pasangan sudah mulai berdatangan dan siaga mencari tempat strategis untuk menonton, saya lupa kalau ini malam minggu, pantas saja banyak muda-mudi yang meramaikan pemutaran film malam ini. Continue reading “Film-Film yang Jarang Saya Tonton”

Sebuah Nasihat (dari) Pendidikan Arsitektur

“Kalau cuma ingin menjadi seorang arsitek, sebenarnya tidak perlu susah payah menempuh pendidikan arsitektur selama 4-7 tahun, karena kamu sudah punyai kemampuan yang dapat dikembangkan sebagai seorang arsitek.

“Tapi ketika kamu sudah memilih menempuh pendidikan di sini, ada tata-aturan yang mesti diikuti. Sayang sekali, jika mahasiswa se-kritis dan se-kreatif seperti kamu dikeluarkan hanya gara-gara: tidak disiplin.”

IMG_4066.JPG

Sepotong Kisah di Teras Rumah

capture-5-1

Tiga orang berteduh. Dua orang berdiri ialah seorang pasangan, satu lelaki dan satu perempuan. Lelaki menikmati tiap hisapan kretek di tangan kanan. Sedangkan perempuan sibuk dengan gawainya. Sesekali mereka bercakap-cakap. Satu orang lainnya duduk. Coba lepaskan lelah perjalanan panjang yang tampak di keningnya. Tas di punggungnya sebesar guling orang dewasa menempel di punggungnya. Terlihat huruf Z di plat nomornya. Entah dia akan pergi kemana. Saya tak pernah bertanya. Hanya memperhatikan di seberang jalan raya.

Aku saat itu baru saja pulang sekolah. Sengaja berjalan kaki. Sebab hujan nampak mengundangku untuk tak menyia-nyiakannya. Bajuku basah. Ah, gapapa. Besok hari Jum’at. Sudah harus ganti seragam Pramuka. Hujan waktu itu memang sedang menunjukkan puncak derasnya. Bulan Desember sudah hampir habis. Musim belakangan ini memang sulit ditebak. Sudah masuk musim kemarau pun, kampungku masih tak henti dilanda hujan. Continue reading “Sepotong Kisah di Teras Rumah”