Akal Rasa

Sepatutnya rasa diolah
Agar mampu membaca-terjemah
DibukakanNya pintu dari segala arah
Jadikan jalan ilmu dan hikmah
Agar terpendar cahaya ilahiah
Niscaya olehNya nikmat ditambah

Semestinya akal disyukuri
Melangkahkan tiap nurani
Sumbangsihkan gagasan tuk negeri
Musyawarahkan masalah guna tuntas-sudahi
Dalam berkegiatan sebagai puteri-putera pertiwi
Niscaya akal tumbuh-terberi dariNya: Sang Maha Pemberi

Malang, 2017

Kemakmuran Masjid Bayan

Kemakmuran Masjid Bayan

Mari kita bersama bermain tebak-tebakan
Sebuah pertanyaan yang ingin aku utarakan
Di mana letak kemakmuran Masjid Bayan?

Terlampau jauh 80 kilometer dari pusat kota
Tiga ratus tahun sudah berdiri tegapnya
Tetap kokoh tak terlihat sedikitpun cacat-cela dalam arsitekturnya

Sekali lagi aku bertanya
Di mana letak kemakmuran masjid Bayan?

Sejak pembangunan pertama material tetap sama
Tidak ada beda atau sengaja ingin melampaui peradaban kampungnya
Bilah bambu, kayu dan batu menjadi penopang di bawahnya

Lantas
Aku ingin bertanya sekali lagi
Di mana letak kemakmuran masjid Bayan?
Jika kalian tak mampu membaca

Mari coba membaca dengan akal dan rasa
Di mana letak kemakmurannya?
Aku juga masi saja bertanya
Dan baru mampu membacanya kemarin lusa

Di mana letak kemakmurannya?
Masjid terletak di Jalan Labuan
Nusa Tenggara Barat menjadi ruang lingkungan
Tajug bahan bagian peratapan
Bambu disusun sebagai anyaman

Tak perlu megah tampil dengan kubah
Tak perlu asbes dan menonjolkan arabes
Tak perlu minaret yang disusun berderet-deret
Tak perlu elemen kaca cukup dengan kayu nangka

Masjid yang tak henti disyukuri
Dimanfaatkan untuk mengkaji
Memperingati hari kelahiran nabi
Dirawat, dijaga serta diperbaharui
Ialah makna keberlanjutan nilai yang hakiki

Malang, 2017

Setelah Menonton Wiji Thukul

16423076_289710678111140_2287644564994679532_o
Penonton Istirahatlah Kata-Kata kota Malang ©Tim Film Istirahatlah Kata-Kata

Menantikan kehadiran Wiji Thukul di kota Malang melalui Istirahatlah Kata-Kata layaknya -walaupun belum bisa dibandingkan- seperti kerinduan Sipon, istri Wiji dalam film yang merindukan kembalinya suaminya, yang pada saat itu, ia kabur, menghindar karena menjadi salah satu aktivis yang bersembunyi dari tentara dan intelejen Orde Baru.

Setelah pemutaran di 13 kota. Malang yang tidak tercantum sebagai salah satu dari 13 kota tersebut, akhirnya mendapatkan kesempatan dari sayembara pemutaran film yang diselenggarakan oleh pihak tim Istirahatlah Kata-Kata.

Saya waktu itu sebenarnya ingin memutuskan untuk berangkat ke kota-kota sekitar Malang yang memutar, seperti Mojokerto dan Surabaya, hanya untuk melihat hasil karya Yosep Anggi Noen ini.  Lanjutkan membaca “Setelah Menonton Wiji Thukul”