Arsitek Nasi Goreng

FeaturedArsitek Nasi Goreng

“Pak, pesan nasi goreng tiga, satu makan sini, dua dibungkus. Yang makan sini putih (tanpa saos), pedas, nggak pakai mecin, tambah telur ceplok setengah matang. Yang bungkus: satu pakai telor, satunya nggak. Yang pakai telor, agak pedes, pakai saos, telor dadarnya dua. Yang nggak pakai telor, pedas banget, nggak pakai saos.”

“Oke.” Jawab singkat Pak Bos, nama pedagang nasi goreng langganan di perempatan Pujasera Merjosari.

Saya menunggu, duduk di kursi biru. Sembari melihat lalu lintas kendaraan khas malam hari yang cepat dan terburu-buru. Jalan tak pernah lengang walaupun waktu liburan sudah menjelang. Masih banyak yang tidak memilih mudik ke kampung halaman. Barangkali, mereka menganggap Malang sebagai kampung halaman karena sudah hidup di sini tahunan. Saya pun demikian.

Continue reading “Arsitek Nasi Goreng”

Andy Bertanya: Verifikasi Papan Reklame Kota

Andy Bertanya: Verifikasi Papan Reklame Kota

“Banyak cara sebuah usaha dalam mengiklankan diri. Jasa iklan di media massa sangatlah mahal. Dan ada cara untuk menyelesaikannya, ‘Taruh nomor telepon anda di jalanan!’ “

Premis besar di atas menjadi sebab munculnya dokumenter Andy Bertanya (Andy Ask), coba memuat representasi urban dalam papan reklame ilegal. Hingga dapat dikatakan: sebuah bentuk media yang tumbuh dengan tak terselenggara. Penyelenggaraan yang sudah diatur barangkali tidak dapat menjangkau upaya-upaya yang kerap dilakukan dalam memasang papan reklame secara massal dan ilegal dalam perkotaan.

Continue reading “Andy Bertanya: Verifikasi Papan Reklame Kota”

Kekerasan Hewan dan Mereka yang Bentang Kepedulian

Kekerasan Hewan dan Mereka yang Bentang Kepedulian

Dua pekan ini studio kami tiba-tiba didatangi dua ekor kucing. Kami tidak tahu dari ras mana atau darimana mereka datang. Yang jelas, mereka sampai hari ini menetap dan tinggal bersama kami. Sesekali makanan kami berikan sebagai jawaban atas suara mengeong mereka terdengar semakin keras tanda lapar.

Sebagai hewan domestik. Anjing dan kucing tidak dapat dihindari keberadaannya. Mereka hidup dan ada di sekitar. Bedanya, barangkali banyak yang memperlakukannya sebagai peliharaan atau bagi anjing, ia dijadikan sebagai penjaga rumah. Namun tak jarang pula keberadaannya yang dibenci dan tidak disuka, membuat siapa saja yang tak menghendaki, melakukan siksa.

Continue reading “Kekerasan Hewan dan Mereka yang Bentang Kepedulian”

Kost, Tahu Malaikat dan Pasar Merjosari

Jarak yang dekat kampus, membuat saya sering singgah ke tempat kawan-kawan. Sebuah bangunan yang dirancang sebagai kost dengan empat belas kamar ini, lebih sering disebut sebagai Kost Sirathal Mustaqim. Alasannya, mungkin karena akses jalan yang dirancang “lurus” -sebagai imaji jembatan sirathal mustaqim- menuju ruang garasi belakang.

Ruang paling ujung tidak disewa-gunakan sebagai kamar tidur sebagaimana mestinya. Namun, kawan-kawan meletakkan beberapa perabot, guna alih fungsikannya menjadi studio gambar dan pengerjaan maket: baik itu proyek maupun tugas mahasiswa (arsitektur).

Continue reading “Kost, Tahu Malaikat dan Pasar Merjosari”