Kota (Melulu) Fisik

Kota (Melulu) Fisik

Mengapa kita harus belajar kota? Satu pertanyaan pertama yang dilontarkan dalam mata kuliah pengantar perancangan perkotaan yang diampuh oleh Bu Tarra dan Bu Aisyah. Kota dengan kompleksitas hari ini, memungkinkan kita mengenali apa yang sebenarnya bisa mewujud menjadi kajian detail mengenai tabir-tabir permasalahan kota Malang yang (mungkin) masih belum terlihat.

Continue reading “Kota (Melulu) Fisik”

Falsafah Pembaharu

Dosen kami bukan pengajar yang hanya jalankan silabus. Dosen kami pendidik sampaikan nilai luhur, seorang guru yang bisa beri tauladan.

Kampus kami tak asal jalan dengan uang banyak dan ragam fasilitas, tanpa arah keilmuan. Kampus kami ruang budaya ilmu. Berpihak kepada rakyat lemah.

Mahasiswa kami bukan hanya orientasikan ijazah, sehingga pentingkan diri pribadi. Mahasiswa kami sadar akan perbaikan, rela berkorban untuk lingkungan dan sosial.

Kami puteri-putera negeri.
Pembaharu Ibu Pertiwi.

(2016)

Barangkali Ini Sebuah Gagasan

Barangkali sudah saatnya melihat realitas untuk sekali lagi merumuskan apa yang benar-benar relevan untuk kita lakukan dalam berarsitektur.

Barangkali diperlukan membaca secara spiritual dan intelektual menjadi usaha dalam mencari apa-apa yang tersembunyi di balik tabir-tabir konteks keseharian.

Barangkali menuliskannya menjadikan sebuah kerja kebudayaan yang akan menjadi kumpulan rekaman-rekaman yang mampu direnung-fikirkan kembali, sebagai sebuah pembelajaran dan pendewasaan diri.

Continue reading “Barangkali Ini Sebuah Gagasan”

Ketukangan: Sebuah Cerita Awal

Mengenal seluk beluk material bukanlah hal sederhana. Jenis dan kemampuan olah yang ragam membuat kayu juga perlu dirasa, digenggam, dikenali dengan membuat suatu karya jadi: produk. Di ruang inilah beberapa bilah kayu bekas dikumpulkan kemudian bisa diolah lanjut.

Sejak awal bulan Maret, salah satu senior saya di jurusan arsitektur menyiapkan ruang bagi kawan-kawan yang ingin belajar material kayu dan bambu. Mengolah kayu atau bambu di tempat ini bisa menjadi semacam oasis dalam pendidikan arsitektur yang belum sepenuhnya memiliki ruang dalam mengembangkan dan mempelajari material.

Continue reading “Ketukangan: Sebuah Cerita Awal”

Menengok Sejarah Indonesia Lewat Gardu

Reformasi 1998 mengisahkan banyak memori di sekitar terkadang tidak terlihat –bahkan tersembunyi. 1805-1811, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memerintahkan Hindia Belanda membangun Jalan Raya Pos dari Anyer sampai Banyuwangi menjadi titik awal hadirnya gardu, tertentu sepanjang jalan tersebut. Gardu kemudian tidak hanya mengemban fungsi sebagai pertahanan dan pengamanan. Pada revolusinya, gardu menjadi tempat penting pada masing-masing periodenya, juga sebagai pertahanan dan bagian penting pertahanan perkotaan dan pedesaan di Indonesia.

Pada periode reformasi, gardu bukan lagi hanya menjadi sebatas pengamanan dan pertahanan. Kepentingan-kepentingan lain yang menyertainya begitu banyak, salah satunya kepentingan politik. Entitas politik yang menyertainya ini membuat catatan-catatan pada masing-masing periode kepemimpinan dari Soekarno hingga Gus Dur. Hingga membuat gardu kemudian menjelma menjadi posko-posko yang banyak dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye politik kekuasaan partai politik.

Continue reading “Menengok Sejarah Indonesia Lewat Gardu”