Mengenal Lebih Dekat Dua Karya Romo Mangun

Sebuah catatan diskusi Forum Deschooling, dengan tajuk ‘Napak Tilas Karya YB. Mangunwijaya’ yang diselenggarakan di Warkop Lowak, Malang.

1_jlTARM2OCx0kyl2BnNmweg.jpeg
Keceriaan pemantik diskusi Napak Tilas Karya YB. Mangunwijaya

Merasakan, melihat dari dekat, bersentuhan [dengan karya arsitektur] secara langsung adalah satu proses penting, sekaligus sebagai bagian perenungan [diri].” Ahmad Asadbas, menyampaikan inti cerita perjalanan menapaktilasi karya YB. Mangunwijaya (Romo Mangun) bersama Jundi Imaduddin Alwan.

Liburan perkuliahan yang panjang membuat Abas dan Jundi luangkan waktu menziarahi artefak kebudayaan di sekitaran Jogjakarta, tempat mereka tinggal. Dalam Forum Deschooling, dua karya Romo Mangun, Sendangsono dan Wisma Kuwera, coba mereka ulas dan ceritakan.

Continue reading “Mengenal Lebih Dekat Dua Karya Romo Mangun”

Advertisements

Pak Sugiyanto dan Kompleksitas Kota Jakarta

Pak Sugiyanto dan Kompleksitas Kota Jakarta

Duduk di bangku kayu teras rumahnya. Ia memakai kaos band kegemarannya: The Beatles juga tertulis Rubber Soul, salah satu album yang keluar pada 1996. Berlatar belakang lukisan warna-warni burung camar yang tonjolkan warna khasnya. Sugiyanyo, lebih akrab dipanggil Yanto, ceritakan pengalamannya menghadapi kompleksitas kota selama di Jakarta.

Sebelum pindah dan tinggal di jalan Haji Muhi. Pria kelahiran Solo ini tinggal di jalan Merdeka Barat, Thamrin, Jakarta. 1973, adalah tahun kali pertamanya datang ke Jakarta. Setelah itu, enam tahun kemudian ia pindah dan tinggal di jalan Haji Muhi. Saat itu kondisi jalan masih becek dan berupa bebatuan. Lingkungan dan keakraban erat. Ditambah, penduduk masih baru dan sepi.

Continue reading “Pak Sugiyanto dan Kompleksitas Kota Jakarta”

Belajar Arsitektur, Belajar Mengenali Diri dan Masalah

Salah satu pelajaran yang mudah ialah dengan mengenali permasalahan. Jika sudah mengenali permasalahannya, baru langkah selanjutnya yakni menemukan penyelesaian masalah. Belajar arsitektur? Bisa juga seperti itu, temukan permasalahannya, kenali permasalahannya, nanti kita akan cari cara penyelesaian masalahnya.

Sayangnya kita –sepertinya- sudah terlalu larut dan tenggelam dalam permasalahan diri, sehingga kemudian tidak mampu lagi mengenalinya.

Membaca Isu, Mewacanakan Arsitektur

Dalam dua tahun ke belakang, pembacaan permasalahan atau kritik arsitektur di Indonesia, khususnya di Malang, menjadi satu hal yang belum mampu diwacanakan kembali. Isu-isu yang tampil belum berani dimunculkan hingga hasilkan sebuah pandangan kritis terhadap pendidikan serta perkembangan arsitektur di Indonesia.

oleh Muhammad Azamuddin Tiffany

IMG_7782
Suasana Kegiatan Bedah Buku Stensil Arsitektur: Proses di Kafe Ria Djenaka

Kegiatan bedah buku Stensil Arsitektur: Proses, memberikan kesempatan sekali lagi kepada saya bertemu dengan Ign. Susiadi Wibowo, kolega di LabTanya. Setelah bedah buku rampung, Pak Adi –begitu biasanya saya menyapa– menghampiri saya dan menanyakan satu hal, yang sontak membuat saya bingung.

Continue reading “Membaca Isu, Mewacanakan Arsitektur”